Pembelajaran merupakan sebuah proses perubahan perilaku sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sehingga terjadinya pengalaman belajar dan hasil belajar menjadi lebih bermakna (meaningfull learning). Keberhasilan pembelajar ditandai dengan perolehan pengetahuan, ketrampilan dan sikap positif pada diri individu, sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Keberhasilan belajar ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya penggunaan media pembelajaran merupakan penghantar pesan pembelajaran kepada peserta didik (Rohmat, 2010).
Prinsip-prinsip pemanfaatan manajemen pengembangkan media pembelajaran yang perlu diperhatikan secara serius seperti berorientasi pada tujuan pembelajaran, terpogram, terarah, bisa dimonitoring, dievaluasi, terukur, peluang memudahkan daya serap pebelajar, menjadikan pelajaran diterima oleh pebelajar, memungkinkan timbulnya rangsangan, menggerakkan apresiasi pebelajar, pelajaran menjadi menarik, kegiatan belajar mengajar dinamis dan menyenangkan.
Selanjutnya pemanfaatan media pembelajaran pada setiap kegiatan belajar mengajar, bahwa media pembelajaran digunakan dan diarahkan untuk mempermudah pebelajar belajar dalam upaya memahami materi pelajaran (Sanjaya, 2009). Dalam hal ini media pembelajaran memunculkan peluang untuk bisa digunakan sebagai pengantar pesan pembelajaran.
Dilain pihak, Sadiman (2002) menyatakan bahwa media pembelajaran sebagai salah satu faktor di dalam pembelajaran yang penting untuk membantu pebelajar sering kali diabaikan dalam penggunaannya. Pada mula penggunaan media pembelajaran hanya digunakan sebagai alat bantu mengajar. Alat bantu yang digunakan adalah alat visual, misalnya gambar, model, obyek, dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkret, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap dan retensi belajar pebelajar.
Akhir-akhir ini, muncul alat bantu audio sehingga barulah ada desain yang baru untuk pembelajaran yang berupa inovasi audio visual yang lebih mengefektifkan dan efisienkan pembelajar. (Mulyasa, 2009) hal ini mampu menjadikan pesan yang disampaikan tidak terlalu verbalistik, tahu kata-katanya, tetapi tidak tahu maksudnya (Harjanto 1997 dalam Rohmat, 2010).
Dalam perkembangannya, teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu audiovisual, sehingga sejak saat itu selain alat bantu media juga bermanfaat sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Teori ini sangat penting dalam penggunaan media untuk kegiatan program-program pembelajaran (Mulyasa, 2009).
Selanjutnya, orang mulai memperhatikan faktor pebelajar sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Pendekaan tersebut membuat media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran. Setiap program pembelajaran perlu direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada indikator karakteristik pebelajar (Mulyasa, 2009).
Program pembelajaran direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik pebelajar serta diarahkan kepada perubahan tingkah laku pebelajar sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. media pembelajaran merupakan alat bantu yang tidak dapat dipungkiri keberadaaanya. Karena memang pembelajarlah yang menghendaki untuk memudahkan menyampaikan pesan-pesan kepada pebelajar. Pembelajar sadar bahwa tanpa bantuan media pembelajaran, maka materi sukar untuk diterima dan dipahami pebelajar, terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek (Rohmat, 2010).
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media pembelajaran yang akan digunakan pada setiap pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik (Arsyad, 2011).
Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing-masing, maka dari itulah peserta didik diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Bahwa penggunaan media pembelajaran akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu :
1) Perlu adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran.
Pemilihan media pembelajaran itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburan saja untuk mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok, atau individu, apakah sasarannya peserta didik tingkat TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, atau pebelajar pada SD Luar Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. Tujuan tersebut akan memiliki kaitan dengan perbedaan warna, gerak atau suara. Misalnya proses kimia (farmasi), atau pembelajaran pembedahan (kedokteran).
2) Karakteristik Media Pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki pembelajar dalam kaitannya pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan pada pembelajar untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi.
3) Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media pembelajaran yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan.
Dengan demikian, pembelajar dapat menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih, jika terdapat beberapa media yang dapat dibandingkan. Selain yang telah disampaikan diatas, prinsip pemilihan media pembelajaran yaitu : Tujuan, Keterpaduan, Keadaan peserta didik, Ketersediaan, Mutu Teknis, Biaya.
Selanjutnya yang perlu kita ingat bersama bahwa tidak ada satu mediapun yang sifatnya bisa menjelaskan semua permasalahan atau materi pembelajaran secara tuntas. Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran yang merujuk pada pertimbangan seorang pembelajar dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan mengajar.
Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Rumampuk (1988) mengungkapkan bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah:
1. Perlu diketahui dengan jelas media itu dipilih untuk tujuan apa.
2. Pemilihan media perlu secara objektif, bukan semata-mata didasarkan atas kesenangan pembelajar atau sekedar sebagai selingan atau hiburan. Pemilihan media itu benar-benar didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas belajar peserta didik.
3. Tidak ada satupun media dipakai untuk mencapai semua tujuan. Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan. Untuk menggunakan media dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya dipilih secara tepat dengan melihat kelebihan media untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.
4. Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan metode mengajar dan materi pengajaran, mengingat media merupakan bagian yang integral dalam proses belajar mengajar.
5. Untuk dapat memilih media dengan tepat, pembelajaran hendaknya mengenal ciri-ciri dan masing-masing media,
6. Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan kondisi fisik lingkungan.
Prinsip umum yang dipakai sebagai pedoman penggunaan media intruksional, antara lain :
1. Penggunaan media pembelajaran bukan berarti mengurangi pentingnya keberadaan pembelajar di kelas atau sebagai pengganti pembelajar dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas. Media berfungsi sebagai alat belajar.
2. Tidak ada satu mediapun yang perlu dipakai dengan memindai media pembelajaran yang lainnya adanya tiap jenis media dapat digunakan sesuai dengan kegunaan masing-masing,
3. Setiap media pembelajaran tentu memiliki kelebihan dan kelemahan. Pembelajar perlu pandai memanfaatkan kelebihan dari suatu media di sesuaikan dengan tujuan intruksional yang akan dicapai.
4. Media pembelajaran apapun yang akan digunakan pembelajar perlu mengusahakan adanya partisipasi peserta didik dalam kegiatan belajar (CBSA)
5. Pada waktu akan menggunakan media intruksional perlu benar-benar memperhitungkan semua KSI.
Beberapa pedoman yang digunakan dalam memilih media pembelajaran antara lain:
1. Sebelum memilih media pembelajaran, pembelajar perlu menyadari bahwa tidak ada satupun media yang paling baik untuk mencapai semua tujuan. Semua, masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penggunaan berbagai media pembelajaran yang disusun dengan serasi dalam proses belajar mengajar akan mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran.
2. Pemilihan media hendaknya dilakukan secara objektif, artinya benar-benar digunakan dengan dasar pertimbangan efektivitas belajar pebelajar, bukan karena kesenangan pembelajar atau sekedar sebagai selingan.
3. Pemilihan media hendaknya memperhatikan syaray-syarat :
a. Sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b. Ketersediaan bahan media.
c. Biaya pengadaan,
d. Kualitas atau mutu teknik, penggunaan berbagai macam media pembelajaran.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran adalah
1. Media yang dipilih perlu sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran, metode mengajar yang digunakan serta karakteristik peserta didik yang belajar (tingkat pengetahuan pebelajar, bahasa pebelajar, dan jumlah pebelajar yang belajar).
2. Untuk dapat memilih media yang tepat, pembelajar perlu mengenal ciri-ciri dan tiap tiap media pembelajaran.
3. Pemilihan media pembelajaran perlu berorientasi pada pebelajar yang belajar, artinya pemilihan media untuk meningkatkan efektivitas belajar para peserta didik.
4. Pemilihan media perlu mempertimbangkan biaya pengadaan, ketersediaan bahan media, mutu media, dan lingkungan fisik tempat belajar.
Maka dari itu, wajar pemanfaatkan media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran dapat dipakai sebagai dasar media pembelajaran mempunyai kontribusi tidak sedikit pada keberhasilan pelajar. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti :Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, Karakteristik pebelajar atau sasaran, Jenis rangsangan belajar yang diinginkan, Keadaan lingkungan, Kondisi setempat, Luasnya jangkauan yang dilayani.DAFTAR PUSTAKA
Rohmat.2011.Media Intruksional dalam Pelajaran. Yogyakarta: Logung Pustaka
Asnawir, Basyiruddin.2002.Media Pembelajaran. Jakarta: CIPUTAT PERSv
jelaskan jika dalam pembelajaran kesiapan dan motivasi tidak ada di diri pelajar?apa yang dapat ditimbulkan jika hal tersebut terjadi?
BalasHapusMultimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?
BalasHapusJelaskan pendapat anda mengenai beberapa sekolah yang tidak memiliki banyak fasilitas padahal fasilitas disekolah seperti media sangat mendukung kegiatan belajar siswa. Bagaimana solusi dari anda sebagai calon seorang guru?
BalasHapuskenapa keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya penggunaan media pembelajaran merupakan penghantar pesan pembelajaran kepada peserta didik.media seperti apakah dalam hal yang di maksud dalam hal ini?
BalasHapus12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, beberapa diantaranya yaitu :
BalasHapus1) Prinsip Multimedia
Prinsip multimedia berbunyi murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kata-kata saja (Mayer, 2009:93). Yang dimaksudkan dengan kata-kata adalah teks tercetak di layar yang dibaca pengguna atau teks ternarasikan yang didengar pengguna melalui speaker atau headset. Yang dimaksudkan dengan gambar adalah ilustrasi statis seperti gambar, diagram, grafik, peta, foto, atau gambar dinamis seperti animasi dan video. Clark & Mayer (2011:70) menggunakan istilah penyajian multimedia untuk menyebut segala penyajian yang berisi kata-kata dan gambar.Mayer (2009:93) beralasan bahwa saat kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara bersamaan, siswa punya kesempatan untuk mengkonstruksi model-model mental verbal dan piktorial dan membangun hubungan di antara keduanya. Sedangkan jika hanya kata-kata yang disajikan, maka siswa hanya mempunyai kesempatan kecil untuk membangun model mental piktorial dan kecil pulalah kemungkinannya untuk membangun hubungan di antara model mental verbal dan piktorial.
Jadi, Prinsip Multimedia: Murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kta-kata saja.
2) Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3) Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, beberapa diantaranya yaitu :
BalasHapus1) Prinsip Multimedia
Prinsip multimedia berbunyi murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kata-kata saja (Mayer, 2009:93). Yang dimaksudkan dengan kata-kata adalah teks tercetak di layar yang dibaca pengguna atau teks ternarasikan yang didengar pengguna melalui speaker atau headset. Yang dimaksudkan dengan gambar adalah ilustrasi statis seperti gambar, diagram, grafik, peta, foto, atau gambar dinamis seperti animasi dan video. Clark & Mayer (2011:70) menggunakan istilah penyajian multimedia untuk menyebut segala penyajian yang berisi kata-kata dan gambar.Mayer (2009:93) beralasan bahwa saat kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara bersamaan, siswa punya kesempatan untuk mengkonstruksi model-model mental verbal dan piktorial dan membangun hubungan di antara keduanya. Sedangkan jika hanya kata-kata yang disajikan, maka siswa hanya mempunyai kesempatan kecil untuk membangun model mental piktorial dan kecil pulalah kemungkinannya untuk membangun hubungan di antara model mental verbal dan piktorial.
Jadi, Prinsip Multimedia: Murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kta-kata saja.
2) Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3) Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
Sedikit menambahkan.
BalasHapusPrinsip-Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran
Media pengajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaanya antara lain:
a. Media yang digunakan harus sesuai dengan hasil yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
b. Isi dari media harus tepat untuk mendukung materi pelajaran, agar dapat membantu proses pembelajaran yang efektif, media harus sesuai dan selaras dengan kebutuhan pembelajaran dan kemampuan siswa.
c. Media sebaiknya praktis, luwes, dan bertahan. Kriteria ini menuntun para guru untuk memilih media yang ada, yang mudah diperoleh, atau mudah dibuat oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimana pun dan kapan pun.
d. Guru terampil menggunakan media tersebut. Ini merupakan salah satu kriteria utama, apapun media yang digunakan guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat dari media ditentukan oleh guru yang menggunakannya.
e. Pengelompokkan sasaran. Media yang layak dan efektif untuk sebuah kelompok kecil atau perorangan, belum tentu menjadi efektif jika digunakan dalam sebuah kelompok besar.
f. Mutu teknis. Pengembangan visual harus memenuhi persyaratan teknis tertentu, misalnya pada sebuah slide informasi utama yang disampaikan tidak boleh terganggu dengan elemen latar belakang.
Keberhasilan penggunaan media pembelajaran tergantung dari beberapa faktor, seperti proses kognitif dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu para ahli mengajukan prinsip-prinsip kelayakan media pembelajaran sehingga menghasilkan media pembelajaran yang efektif.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusjika salah satu prinsip diatas tidak terpenuhi apakah masih dapat dikatakan multimedia pembelajaran? jelaskan!
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusApakah semua prinsip tersebut harus terpenuhi dan dijalankan seluruhnya?
BalasHapusApakah multimedia yang baik harus memenuhi atau menjalankan seluruh prinsip-prinsip yang anda jelaskan di atas?
BalasHapusdapatkah anda menjelaskan maksud dari Prinsip modalitas belajar. Bisakah anda memberikan contohnys?
BalasHapusSelanjutnya, orang mulai memperhatikan faktor pebelajar sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Pendekaan tersebut membuat media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran. Setiap program pembelajaran perlu direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada indikator karakteristik pebelajar (Mulyasa, 2009).
BalasHapusapa maksud dari bagian integral dalam program pembelajaran ??
"Selanjutnya, orang mulai memperhatikan faktor pebelajar sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar". faktor-faktor belajar apa saja yang menjadi komponen yang penting dalam proses belajar mengajar?
BalasHapusmembantu jawab pertanyaan novi
BalasHapusjadi menurut saya prinsip multimedia hendaknya dapat diterapkan semua untuk menghasilkan multimedia yang baik. untuk prinsip yang sulit di terapkan menurut saya hal tersebut tergantung kepada si pembuat multimedia atau si pengajar.
Jelaskan mengenai media pembelajaran perlu berorientasi pada pebelajar yang belajar
BalasHapusdari prinsip-prinsip yang telah anda jelaskan, manakah prinsip yang paling optimal dalam media pembelajaran?
BalasHapusApa yang akan terjadi apabila dalam media pembelajaran tidak menggunakan salah satu prinsip tersebut
BalasHapus