JAWAB:
1. Asumsi Saluran-ganda
Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption) beranggapan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Manusia memahami suatu informasi yang didapat melalui citra auditori dan citra pictorial. Pemahaman yang diproses melalui kedua saluran tersebut dan mempresentasikan serta menyimpannya dalam memori jangka panjang.
2. Asumsi Kapasitas-terbatas
Manusia bukan mesin atan super komputer, semua inforamasi yang diperoleh akan diolah, dipadukan, dan diintegrasikan dengan kapasitas otak. Semua informasi yang masuk tidak bisa diolah dan disimpan secara langsung ke otak. Beberapa dari informasi akan diolah menjadi sesuatu yang padu dan dapat dipahami.
Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption) beranggapan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Manusia memahami suatu informasi yang didapat melalui citra auditori dan citra pictorial. Pemahaman yang diproses melalui kedua saluran tersebut dan mempresentasikan serta menyimpannya dalam memori jangka panjang.
2. Asumsi Kapasitas-terbatas
Manusia bukan mesin atan super komputer, semua inforamasi yang diperoleh akan diolah, dipadukan, dan diintegrasikan dengan kapasitas otak. Semua informasi yang masuk tidak bisa diolah dan disimpan secara langsung ke otak. Beberapa dari informasi akan diolah menjadi sesuatu yang padu dan dapat dipahami.
3. Asumsi Pemrosesan aktif
Manusia secara aktif melibatkan dirinya dalam pemrosesan aktif untuk mengkonsstruksi representasi mental yang saling terkait terhadap pengalaman mereka. Proses kogitif aktif ini meliputi: memberikan perhatian, menata informasi yang masuk dengan pengetahuan lainnya. Pendeknya, manusia adalah prosesor aktif yang menalar dan memasukakalkan setiap informasi yang ada. Manusia bukan prosesor pasif yang hanya menerima merekam sesuatu dan menyimapnnya di memori dan dapat diputar olah kapan saja.
Manusia secara aktif melibatkan dirinya dalam pemrosesan aktif untuk mengkonsstruksi representasi mental yang saling terkait terhadap pengalaman mereka. Proses kogitif aktif ini meliputi: memberikan perhatian, menata informasi yang masuk dengan pengetahuan lainnya. Pendeknya, manusia adalah prosesor aktif yang menalar dan memasukakalkan setiap informasi yang ada. Manusia bukan prosesor pasif yang hanya menerima merekam sesuatu dan menyimapnnya di memori dan dapat diputar olah kapan saja.
2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran kimia.
JAWAB:
Teori dual
coding yang dikemukakan Allan Paivio menyatakan bahwa informasi yang
diterima seseorang diproses melalui salah satu dari dua channel,
yaitu channel verbal seperti teks dan suara, dan channel visual
(nonverbal image) seperti diagram, gambar, dan animasi. Kedua channel ini
dapat berfungsi baik secara independen, secara paralel, atau juga secara
terpadu bersamaan. Kedua channel informasi tersebut memiliki
karakteristik yang berbeda. Channel verbal memroses informasi
secara berurutan sedangkan channel nonverbal memroses
informasi secara bersamaan (sinkron) atau paralel.
Sebagai
tambahan kesimpulan dari teori dual coding ini jika dikaitkan
dengan bagaimana seseorang memroses suatu informasi baru, dapat dinyatakan
bahwa teori ini mendukung pendapat yang menyatakan seseorang belajar dengan
cara menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki
sebelumnya (prior knowledge). Peneliti berpendapat bahwa seorang tenaga
pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama juga memiliki prior
knowledge yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang memiliki
masa kerja lebih pendek, sehingga dapat diharapkan bahwa para tenaga pemasaran
yang memiliki masa kerja lebih lama akan lebih mudah memahami informasi baru
yang disampaikan.
Teori Dual Coding juga menyiratkan bahwa seseorang akan
belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan merupakan perpaduan yang
tepat dari channel verbal dan nonverbal . Sejalan dengan
pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar yang
digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua channel pemrosesan
informasi (verbal dan nonverbal) dimungkinkan untuk bekerja secara paralel atau
bersama-sama, yang berdampak pada kemudahan informasi yang disampaikan terserap
oleh pembelajar.
Teori Dual Coding juga menyiratkan bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan merupakan perpaduan yang tepat dari channel verbal dan nonverbal. Bagaimana cara mengaoplikasikannya
BalasHapus